

Kelahiran Nawadya bertujuan untuk menghubungkan kembali manusia dan alam melalui seni dan budaya.
Nawadya berpendapat bahwa pemisahan pengetahuan tentang budaya lokal dan nilai-nilai hidup dengan masyarakat modern merupakan akar dari eksploitasi dan degradasi lingkungan.
Menanggapi masalah-masalah ini, Nawadya berkolaborasi dengan berbagai aktivis budaya, seniman, akademisi, dan komunitas lokal untuk mengkampanyekan esensi budaya lokal guna menciptakan keseimbangan hidup.
Indonesia memiliki banyak budaya tangible yang memiliki nilai artistik tinggi dan masih beredar di masyarakat, baik untuk tujuan fungsional maupun estetika. Namun di sisi lain, budaya intangible kini mulai terlupakan seiring dengan perkembangan masyarakat modern. Padahal, budaya ini memiliki nilai-nilai kehidupan yang membuat manusia hidup harmonis dengan lingkungan.
Berdasarkan survei mini yang kami lakukan di kampus, sekitar 97% setuju bahwa budaya lokal memiliki kebijaksanaan, tetapi mereka tidak memahami makna budaya yang mereka ketahui. Sayangnya, 3% lainnya tidak tertarik untuk mempelajari seni dan budaya. Kabar baiknya, lebih dari 60% generasi muda tertarik untuk menghadiri dan mempromosikan pertunjukan seni budaya lokal.
Oleh karena itu, Nawadya ingin melestarikan budaya lokal untuk masyarakat modern melalui berbagai cara yang disukai oleh mereka, seperti program audio-visual, program pendidikan, dan pertunjukan seni.


Lihat Detail
Direktur Yayasan

Lihat Detail
Riset

Lihat Detail
Riset & Pendidikan